Filsafat
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Dulunya, bersekolah di Jakarta dan sebelum jadi TKI di Malaysia, juga bekerja di Jakarta. Ikutan Kompasiana sejak Mei 2009. Awalnya cuma baca baca tulisan kompasiana saja. Kemudian kepengen juga menulis. Karena tidak tahu caranya, saya mendatangkan guru khusus untuk belajar menulis yang mau datang dengan gratis yaitu Prof, Nurtjahjadi, yang sudah banyak menulis dengan klimis. Setelah bisa menulis, saya pakai nama kecil "rudi esape", sama dengan nama yang saya pakai untuk pertemanan di facebook. Di Kompasiana baru, setelah saya istirahat lama tidak membaca dan menulis, ada sedikit masalah, t...
Noda Setitik Rusak Susu Sebelanga
Andika
|  10 Februari 2010  |  21:12
120
12
Belum ada nilai.
ilustrasi saja

ilustrasi saja

Saya   melihat  banyak anggota dewan  seperti bertengkar pada  siaran langsung sidang sidang pansus century,  termasuk sidang hari ini,  tampak para anggota dewan yang terhormat  sudah mengabaikan sopan santun  cita rasa orang Indonesia yang saling hormat menghormati, hormat kepada sesama, hormat kepada orang tua, hormat kepada orang yang lebih tua, hormat kepada ibu bapa, hormat kepada mertua, hormat kepada pemimpin kita, hormat kepada peminpin sidang.   Paling tidak saya melihat  sudah kendur kawan.

Saya jadi ingat lagi pepatah Indonesia, gara gara nila setitik rusak susu sebelanga.

Saya tanya kepada anak lelaki saya yang sekarang kelas sembilan,   Adek, bapak lupa,  kamu tahu  arti pepatah “nila setitik rusak susu sebelanga”

Ah bapak,  ada ada saja,   enggak tahu ah.

Ini bapak kasih tahu “nila setitik rusak susu sebelanga” atinya ( dikutip dari wikiquote ) hanya karena kesalahan kecil yang tampak tidak ada artinya, seluruh persoalan menjadi kacau dan berantakan.

Salam dari Kuala Lumpur


Tags: rudi esape

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
10 Februari 2010 21:26
0

Saya pernah komen di tulisannya Pak ASA yg tentang cucakrowo: Politikus sejati mestinya tahu sopan santun, mulutnya santun & tahu peradaban. Gak baik tingkah lakunya yang gak sopan dilihat orang banyak, memalukan. Contoh gak baik bagi generasi penerus.

Apa perlu diadakan pelajaran atau kursus etika & sopan santun bagi anggota DPR, MPR dan seluruh pejabat..?

10 Februari 2010 | 22:02
0

tk Mbak, sepertinya Iya…………..
sudah nggak jelas semuanya, kita diluar, apakah itu bener atau memang begit adanya, mereka tampak akur akur saja, dua bulan duduk dan makan bersama……….kita penonton tertipu apa tidak ya?………….jangan jangan, jangan jangan

10 Februari 2010 | 22:07
0

Dunia ini panggung sandiwara, Pak (kata Ahmad Albar… :) )

10 Februari 2010 22:17
0

kata Nike Ardila juga Mbak Tyas ,Dunia ini panggung sandiwara
ceritanya mudah berubah,ada peran wajah dan ada peran berpura-pura,,hehe
salam love,peace and gaul,,,

10 Februari 2010 | 22:24
0

O, jadi semuanya panggung sandiwara, ya…………..banyak peran
jadi kita, bagaimana dong. Tidak usah nonton lagi saja ya?
tertipu aku………….

11 Februari 2010 07:41
0

Ikutan komen, neh Pak. Biar rame.. kik…kik..kik…

11 Februari 2010 | 13:29
0

lho…………..komennya manna……………….hehe

15 Februari 2010 10:31
0

padahal denger2 anggaran untuk Pansus Century ini mencapai 2M.
tapi 2M itu cuma buat bertengkar, bukan buat cari solusi.

dari sisi karakter masing2 sih bisa dimaklumi, ada yang temperamental, ada yang sabar, ada yang keliatannya cuek bebek, dan aneka karakter lainnya.

yang tak bisa dimaklumi adalah, koq semua perbedaan diantara mereka malah mereka kokohkan yang akhirnya malah memepertajam sinisme sehingga solusi2 ngga pernah terlihat.

mudah2an ada perubahan lah.

15 Februari 2010 | 11:21
1

mas………… kalau saya sudah tidak hoiran lagi macam beginian,…………..mereka memang pandai, disidang memang itu bisa marah beneran, tapi diluar sidang biasanya mereka rangkulan………dengan berbagai alasan, bisa diterima dan masuk akal, berantemkan untuk urusan…..bukan pribadi kira kira begitu……………aslkan jangan lupa saja ini bukan panggung sandiwara, tiga S, santai semua selesai , sebaimana mustinya………….kalau salah ya salah…..
mudah mudahan, bukan panggung sandiwara.,…………..nila setitik rusak susu sebelanga
salam dan sukses

15 Februari 2010 | 11:26
0

untung bukan nila setitik rusak susu sebelahnya…hahaha..

15 Februari 2010 | 11:32
0

hahahahahha……onno ae sampian…………..
mas kalau mau ngomongin , susu baca juga dong, naik keeta jabotabek dapat hadiah susu gratis…………hehe, hoyyoo
Ya.

15 Februari 2010 | 11:38
0

wah… wuueeenakee…

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2009