Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Filsafat

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Eyik Inyu

cuma pria pekerja kantoran biasa yang kadang-kadang pengen nulis sesuatu.

Duduk dalam Debu dan Abu sebagai HambaMU

OPINI | 07 February 2010 | 21:14 66 14 1 dari 1 Kompasianer menilai Inspiratif

3.bp.blogspot.com/_EH4a3STM-5o/S...akur.jpg

3.bp.blogspot.com/_EH4a3STM-5o/S…akur.jpg

Ketika kehidupan menghimpit diriku


Mampukan aku untuk tidak menyalahkanMU


Dan berdebat membela diriku dihadapanMU


Dan buat ku mengerti bahwa semua ini adalah proses rancanganMU


’tuk menikmati pelangi sehabis hujan yang tlah KAU janjikan


Ketika kehidupan memuja aku


Mampukan aku untuk mengerti


Bahwa semua ini Engkau yang memberi


Dan bisa Engkau tarik kembali sewaktu –waktu


Karena ku takut membuatMU sedih


Jika pemberian ini justru membawaku terlena dan melupakanMU


Memahami semua sebagai kehendakMU


Adalah proses penyempurnaan atas diriku


Agar saat ku tidak mengerti


Aku cukup untuk percaya kepadaMU


Dan memahami perbuatan tanganMU bukan dari katanya orang


Tetapi aku sendiri yang memandang keajaiban yang KAU rencanakan


Karena aku tahu Engkau sanggup melakukan segala sesuatu


Dan tidak ada rencanaMU yang gagal


Yang akhirnya kutahu,


bahwa tak ada yang lebih baik dari duduk dalam abu dan debu


sebagai hambaMU


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012