Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Helly Anggara

Tuhan telah menegurku dengan Cinta, Kini aku bukanlah sang "pungguk merindukan bulan", dengan kasih dan sayang selengkapnya

Tentang “Jati Diri”

OPINI | 25 December 2009 | 12:15 Dibaca: 12444   Komentar: 5   0

Apakah sebenarnya arti dari Jati Diri?

banyak yang menyatakan bahwa dirinya sedang dalam pencarian jati diri, saya pun pernah bahkan sering menyatakan hal tersebut, tanpa mengetahui apa arti dari jati diri itu sendiri.

bagaimana mungkin kita menemukan sesuatu yang bahkan kita sendiri tidak ketahui.
beberapa waktu lalu saat bertanya pada informanku (mbah google), “plak” aku tersadar.

dari sekian banyak blog, tak ada arti yang sebenar-benarnya tentang jati diri.
lalu ku buka KMBHI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), tak ada juga yang namanya Jati Diri.

lalu apa sebenarnya Jati Diri tersebut?

berdasarkan KMBHI

Baiklah, aku mulai dari kata Jati
jati (1) : pohon yg kayunya keras dan ulet, baik untuk bahan rumah dsb, daunnya besar, bulat, dan kasar pd permukaannya, tapi bukan yang itu mbah…….. yang satunya…

Jati : ciri-ciri, gambaran, atau keadaan khusus seseorang atau suatu benda; identitas atau yang mungkin lebih tepat disebut Inti

lanjut ke Diri
Diri : orang seorang(terpisah dari yang lainnya); badan

ku coba pahami dan gabungkan kedua makna diatas,

Jati Diri adalah identitas atau inti kehidupan dari seseorang.

ada sih beberapa orang yang di blog nya menyatakan telah menemukan Jati Dirinya, lalu apakah ada pertanda bahwa dia telah menemukan jati dirinya?
tanda-tanda seperti apakah orang yang telah menemukan jati dirinya?
hidup bahagia? mimpi yang terwujud? mendapatkan kekasih yang diinginkannya? pekerjaan yang layak? atau peringatan dari yang maha kuasa?

Sesaat saya berpikir, untuk apa saya mencari jati diri saya sendiri, untuk kebahagiaan? untuk membahagiakan orang lain?

Tak perlulah saya mencari jati diri saya lagi, karena inilah Jati diri saya.

Saya yang apa adanya

skrg yang perlu saya lakukan hanyalah menjadi saya yang lebih baik yang apa adanya.. dan bukan lebih baik yang ada apa-apanya

terima kasih

Angga Rascal

Tags: jati diri

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Supermaterial yang Akan Mengubah Wajah Dunia …

Rahmad Agus Koto | | 23 November 2014 | 11:02

Akrobat Partai Politik Soal Kenaikan BBM …

Elde | | 22 November 2014 | 21:45

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | | 23 November 2014 | 11:49

Nangkring dan Blog Reportase Kispray: …

Kompasiana | | 12 November 2014 | 11:39


TRENDING ARTICLES

Selamat ke Pak Tjip, Elde dan Pakde Kartono …

Pakde Kartono | 6 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 14 jam lalu

Catatan Kompasianival 2014: Aksi Untuk …

Achmad Suwefi | 16 jam lalu

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00


HIGHLIGHT

Bagaimana Menjadi Penulis Opini, Kuliah …

Hendi Setiawan | 9 jam lalu

Di bawah Alunan Malam …

Arrizqi Titis Anugr... | 9 jam lalu

Cenderamata Kompasianival 2014 …

Mabate Wae | 9 jam lalu

Awal Musim Dingin di Gunung Manin, Daejeon, …

Ony Jamhari | 9 jam lalu

Benarkah Reformasi Birokrasi Harus Dipaksa? …

Efendy Naibaho | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: