
Menulis seadanya dan sebisanya. Berharap dapat menginspirasi. Menulis sebagai pembelajaran... Terlalu banyak hal yang dapat dituangkan dalam tulisan. Menulis itu ada selaksa nikmat. Sesuatu banget. Ya, mendatangkan hari yang cerah dan bahagia. Menulis untuk menjadikan dunia lebih berwarna. Di atas segalanya menulis untuk instropeksi diri dan melatih kesadaran. Menulis pun dapat menjadi doa. Menggali mutiara-mutiara jiwa yang berharga untuk memberi makna kehidupan. Menulis itu...
Dibaca: 427
Komentar: 27
3 dari 3 Kompasianer menilai Inspiratif
ooo0ooo
Diam-diam saling menghujat
Masih kurang,
tak segan juga terang-terangan berdebat
Katanya mengerti agama
dan memahami kitab suci
Kalau bicara selalu membawa-bawa,
ini kata Tuhan saya
Orang lain sedikit saja membahas
Masalah agama untuk mencerahkan,
Akan disalah artikan,
padahal maknanya belum dipahami benar
Matanya terang selalu mengawasi
Melihat kesalahan orang lain
Untuk dijadikan kesempatan merendahkan
Lepas tertawa dengan kebanggaan
Bahwa saya adalah yang paling benar
Saya jadi bertanya, mengapa harus begini?
Bukankah sesungguhnya dengan demikian
Telah menunjukkan kepada kita
Bahwa ia sendiri
Selain menghujat orang
yang berbeda agama dengannya
Telah tanpa sadar merendahkan agamanya sendiri
Coba tanyakan kepada para pemuka agama
Yang mengerti dan berhati suci
Apakah dalam agama itu diajarkan untuk menghina
dan menghujat agama orang lain ?
Agamamu agamamu, agamaku agamaku
Sudah begitu jelas dan tepat, sebagai pengingat
Namun sikap seperti ini
Masih bebas berkeliaran disekitar kita
Tetapi kitapun tak boleh menyalahkan
Haruslah mencoba untuk mengerti
Mengapa bisa demikian?
Mengatasnamakan untuk mengajari,
Akan tetapi hati penuh benci
Mengapa tidak sedikit saja untuk membuka hati ?
Untuk memahami dan bisa menerima perbedaan
Biarkan orang lain untuk menikmati
Kebenaran yang ia pahami
Buat apa tiada henti menghujat dan memaki
Yang mungkin saja bisa menyakiti
Baik hati orang lain dan diri sendiri
Namun yang paling menyedihkan
Adalah hal ini akan membuat Tuhan bersedih
Menangis diujung langit
Melihat umatnya tak bisa untuk saling mengasihi
Mengapa benih kasih yang tertanam dihati
Tidak berfungsi lagi?
Yang ada dengan dengan tinggi hati
Merendahkan orang yang berbeda pandang
Maafkan ya Tuhan hambamu ini,
Bila telah membuatMU bersedih
Meributkan apa yang kami tidak mengerti
Sesungguhnya , diujung malam
HambaMU pun diam - diam menangisi
Engkau pasti mengetahui akan isi hati ini
Yang ingin selalu berdamai dan saling mengasihi
Semoga Engkau selalu memayungi hati kami
Dengan kasih untuk mengusir rasa benci
Yang telah menyelimuti berhari-hari
Semoga kami bisa saling mengerti
Untuk tetap selalu menghormati
Biarkan benci itu pergi dan
Menjadikan kami untuk terus saling mengasihi….
Damai, damai, dan damai
Datanglah damai
Menciptakan sebuah surga yang indah di dunia ini