
Luciaeny, sekretaris salah satu koperasi di Makassar, Ide untuk menulis datang dari mengamati perilaku kreditur, dan berbagi cerita untuk memberi pencerahan.
Dibaca: 170
Komentar: 11
2 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif
Kredit itu adalah pemberian pinjaman, bisa dari per-orangan, ataupun dari lembaga pembiayaan, dan yang paling populer dari Bank.
Berapa banyak dari kita, yang menyadari bahwa pinjaman yang diberikan
oleh Tuhan, harus dirawat dan dijaga dengan baik??
Bermula ketika tiga orang anak ber-usia sekitar 11 tahun, menjalin hubungan pesahabatan.
Mereka setiap harinya bermain bersama, belajar bersama, sampai satu saat dimana mereka harus berpisah karena salah dua dari mereka harus kembali kepadaNya.
Satu sore mereka ber-tiga pergi bermain ke tempat yang agak jauh dari rumah, dan menuju ke anak sungai di situ ada jembatan, sehingga mereka ber-tiga bermain loncat2 indah dari jembatan kemudian terjun ke anak sungai.
Tanpa mereka sadari bahwa di daerah tersebut ada pusaran air, sehingga ketika anak yang pertama meloncat, kelihatan megap-megap, anak yang ke-dua langsung turun ke air untuk menyelamatkan temannya, terjadi tarik-menarik, sampai mereka ber-dua sudah kehabisan nafas, anak yang ke-tiga tetap tinggal diatas jembatan sambil teriak2 minta pertolongan dari orang2 setempat.
Setelah bantuan tiba, kedua anak tsb dibawa ke rumah sakit, anak yang pertama meninggal dalam perjalan, anak ke-dua meninggal setelah ditolong oleh pihak rumah sakit, karena menelan lumpur terlalu banyak hingga ke paru2, sehingga sulit untuk diselamatkan.
Mendengar berita tsb, salah satu orang tua dari korban tsb, adalah teman saya, langsung histeris karena tidak menyangka anak yang tadinya pamit dalam keadaan sehat, malah pulang dalam keadaan kaku dan tidak bernyawa lagi.
Pada waktu upacara doa pelepasan dilakukan, salah seorang anak yang selamat mengatakan begini, “temanku selamat jalan, terima kasih Tuhan, karena Engkau telah meminjamkan dia padaku selama ini, sehingga saya dapat bermain bersamanya”.
Luar biasa, saya langsung teringat bahwa kita suka lupa pada waktu Tuhan meminjamkan kita Nafas, “lupa untuk bersyukur”, pada waktu Tuhan pinjamkan Tubuh, “lupa di rawat” ,
pada waktu Tuhan pinjamkan Waktu, “lupa di pakai untuk
e-ling ( Ingat PadaNya)”.
Semoga kita e-ling dan menggunakan kredit dari Tuhan, sesuai dengan peruntuk-kannya.