

Dalam artikel terdahulu yang berjudul Memaknai Hidup dalam Hubungannya dengan Masalah, saya sedikit membahas tetang adanya proses Evolusi kehidupan yang membuat adanya perbedaan yang sangat mencolok antara manusia sebagai makluk ciptaan Tuhan dengan makhluk lain yang dikenal dengan sebutan hewan. Hal yang paling mendasar dalam proses evolusi kehidupan ini terlihat pada perkembangan Otak besarnya (Neo Cortex) yang begitu pesat dibandingkan dengan mahluk hewan lainnya.
Nah kalau kita mau banyak menyimak dari perilaku-perilaku dan kebiasaan dari kehidupan makluk hewan ini, maka kita akan banyak mendapat pelajaran berharga yang datangnya langsung dari Sang Pemilik Hidup yaitu Allah SWT, sehingga kita akan menyadari begitu besar kuasaNya atas semua kehidupan mahluk ciptaanNya, sehingga ini akan menyadarkan kita selaku manusia untuk selalu mau bersyukur atas semua rahmat yang telah Allah berikan kepada kita semua selaku mahluk ciptaanNya juga.
Coba kita ulas ya satu persatu, apa pelajaran yang bisa kita simak dari perilaku-perilaku dan kebiasaan dari mahluk hewan ini, sengaja saya adopsi dari sebuah buku yang berjudul Animal Behavior karya dari Dr. Mary Ellen Klinke.
Inilah hasil pengamatannya dari beberapa hewan yang telah diteliti pada bukunya itu (saya terjemahkan secara bebas dengan tidak mengurangi arti yang terkandung, untuk memudahkan pemahaman saja):
Elang.
Bila Anda menempatkan seekor burung Elang dalam satu sangkar berukuran 1.80 x 2.40 m2 sedangkan atasnya sama sekali terbuka, burung itu, walaupun mampu terbang, namun dia akan tetap tinggal sebagai burung dalam kurungan. Pasalnya adalah bahwa seekor elang kalau akan mulai terbang dari atas tanah, ia akan berlari dulu sejauh 3 sampai 5 meter, sebelum ia terbang ke angkasa.
Tanpa ruang untuk berlari, yang memang menjadi kebiasaannya, ia bahkan tidak akan berusaha sedikitpun untuk terbang, melainkan tetap menjadi tawanan seumur hidupnya dalam suatu sangkar tanpa tutup di atasnya.
Kelelawar.
Kelelawar yang biasa berterbangan kian-kemari di malam hari. Ia merupakan seekor binatang cekatan dan gesit. Namun iapun tak dapat terbang dari suatu permukaan yang rata. Bila ia ditempatkan di lantai atau tanah yang datar, satu-satunya yang ia dapat lakukan adalah menyeret kakinya bila bergerak, sama sekali tak berdaya, dan mungkin juga mengalami kesakitan, sampai ia mencapai suatu tempat dengan ketinggian di mana ia dapat take-off ke udara dengan cepat.
Lebah.
Seekor tawon besar, bila di masukkan dalam sebuah gelas minum yang terbuka dari atas, akan selalu berada di tempat yang sama sampai dia mati, kecuali bila dikeluarkan dari tempat itu. Ia tidak pernah menyadari bahwa bagian atas yang terbuka itu merupakan jalan keluar menuju kebebasan. Sebaliknya, ia selalu mencari jalan keluarnya melalui bagian samping, dekat dengan alasnya. Ia selalu berusaha untuk mencari jalan keluar yang tak pernah ada, sehingga ia akhirnya menghancurkan diri sendiri.
Inilah yang membedakan perilaku hewan-hewan ini dengan manusia, karena hewan ini tidak memiliki NeoCortex (otak besar) sebagai organ yang mengolah semua informasi yang masuk melalui kesemua indranya, sehingga semua hewan hewan ini tidak mampu melakukan semua proses berpikir, analisa dan logika, seperti yang bisa dilakukan oleh manusia.
Tapi tulisan artikel saya kali ini bukan menyoroti adanya perbedaan ini, antara mahluk manusia dan makluk hewan atas dasar perbedaan adanya kemampuan berpikir, analisa dan logika karena mempunyai NeoCortex akibat dari semua proses Evolusi kehidupan itu, tapi saya akan mengajak semua pembaca untuk menyimak pelajaran yang telah Allah berikan kepada kita semua selaku manusia yang mempunyai kemampuan berpikir, analisa dan logika dan yang pastinya juga dibekali dengan adanya IMAN yang didapati dari ajaran agama yang dianutnya sesuai masing masing keyakinan.
Inilah analisa yang saya maksudkan itu, sehingga kita mendapat banyak pelajaran yang telah Allah berikan melalui semua ciptaanNya :
Terkadang Manusia di dalam banyak hal, seringkali melakukan hal hal yang dilakukan seperti elang, kelelawar atau lebah ini. Kita senantiasa bergumul dengan masalah-masalah dan keputus-asaan kita, dan tidak pernah sadar bahwa apa yang kita perlukan adalah hanya menengadah ke atas, ya hanya menengadah keatas, lihatlah bahwa dengan kita berdoa kepada Sang Pemilik Hidup yaitu Allah SWT, maka Allah akan datang kepada kita untuk memberikan semua kasihNya yang akan menyelesaikan semua perkara dan masalah yang kita hadapi dalam perjalanan kehidupan kita ini.
Sudahkah Anda melakukan ini semua?, menengadah keatas untuk berdoa dengan keimanan dan khusyuk kepada Allah dalam setiap ibadah yang kita lakukan sesuai keyakinan yang kita anut masing masing?, Mari saya mengajak semua pembaca untuk sering-sering melakukan ini semua dengan selalu menengadah keatas untuk selalu berdoa, agar semua kasih Allah akan kita terima disetiap detik kehidupan kita, Amin.
Semoga tulisan saya yang sederhana ini bisa memberikan manfaat buat kita semua, dan khususnya buat saya sendiri yang juga selaku manusia biasa yang banyak melakukan kesalahan.
Salam sehat dari saya, Dr. Anugra Martyanto.

saya juga manusia, tapi saya belajar sisi yang berbeda, seperti di artikel berikut: http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/06/mengikuti-orang-yang-salah-membaca-buku-yang-salah-pula/
+1
-1
Angel, sangat bagus sekali analisa dan ulasannya di artikel anda itu, saya salut juga dengan pemahaman dan analisa dalam tulisan anda ini.
Salam sukses dan salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1
Terima kasih banyak Pak, saya hanya seorang pengembara fikiran yang mencoba melihat wajah diri sendiri yang buruk dan mencoba memperbikinya dengan acuan (peri) kemanusiaan, artikel Bapak memberi saya “perspektive” lain, makasih banyak
+1
-1

terimaksih dok, tulisan yang membuka hati ,masih banyak hal yang bisa kita belajar dari seekor makhluk yang bernama binatang….salam
+1
-1
Terima kasih mas Katedra, ya kuncinya kita harus sering dan mau belajar sehingga mempertebal keimanan kita juga.
Salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Mungkin kadang saya juga berpikir, apakah saya berdoa dan sedang memperolok Tuhan?
+1
-1
Saya rasa apa yang mas Katerda alami dan pikirkan, seolah-olah kita ini sedang berdoa atau memperolok Tuhan masih dalam batas kewajaran, bukankah ini juga masih masuk dalam kategori proses belajar?
+1
-1

berarti mereka yang tidak percaya bahwa mendekat kepada Tuhan adalah solusi dalam menghadapi masalah adalah mereka yang tidak menggunakan neo-cortex nya secara maksimal?
Any way. it’s good one to read for me, Pak dokter ![]()
+1
-1
he he he hti-hati bisa diskriminasi tuh, artikel berikut bisa jadi acuan tentang kecerdasan versi lainya: http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/06/mengikuti-orang-yang-salah-membaca-buku-yang-salah-pula/
+1
-1
Analisa yang tajam bu Diaz Fitra, namun tidak sepenuhnya semua manusia yang mempunya NeoCortex tidak memaximalkan fungsi organ ini, bukankah kita juga dibekali dengan keimanan yang ada dan selalu mengisi relung hati Nurani kita?, perlu adanya keseimbangan yang harmoni antara Pikiran dan Hati Nurani, inilah yang akan saya ulas pada artikel saya berikutnya dalam manajemen Pikiran dan manajemen Hati, memang sangat menarik sekali bu, untuk mempelajari hal ini.
Salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Jika diberikan pilihan, aku ingin menjadi air bening saja yang terus mengalir dan memberikan kehidupan di bumi ini!!
Tapi aku tak menyesal dilahirkan menjadi manusia, karena aku juga bisa memberikan warna di kehidupan orang lain dengan senyuman dan semangat tentunya!!
Salam sayang buat ayah anugra!!!
+1
-1
Subhanallah, Anak ayah ini semakin pintar saja, ananda patut ayah berikan predikat anak yang sholehah juga pintar, very smart girl dan juga sangat cantik tentunya, siapa dulu dong ayahnya…he…he…
Salam sayang buat ananda dari ayah, Anugra Martyanto
+1
-1
Mujinya jangan ketinggian donk Yah….!!!
tar klo jatuh kan tambah sakiit!!! (padahal yang keGeeRan ayahnya!!hahahahaha)
kata seorang teman, pujian itu melenakan, tapi klo kritikan itu cambuk untuk memperoleh pujian,
hehehe makanya aq suka dikritik, tapi mengharap dipuji juga!!hahaha
sama aja!!!
+1
-1
Itu bukan pujian ananda, tapi fakta dan kenyataan, tapi betul juga kadang kita perlu mendapat kritikan yang juga akan membangun mental kita sehingga menjadi lebih matang dan selalu tertantang untuk memperbaiki yang kurang, sehingga kita semakin maju dalam segala hal, tapi kalau kita hanya terlena dengan sebuah pujian, maka kita akan statis dan kadang cenderung mengalami kemunduran dalam kualitas mental yang merupakan bekal juga dalam menjalani kehidupan.
Kalau soal ge-er ya boleh-lah sesekali, apalagi kalau ge-ernya sama anaknya sendiri, itu juga sah-sah saja, he…he…, ngeles dot com
+1
-1
hehehe
berarti kritikan dan pujian harusnya seimbang ya Ayah!! jadi kalau kita dilambungkan oleh pujian maka kita juga akan segera sadar dalam posisi semula dengan adanya kritikan.
jadi gak terus melambung kaya balon udara, hehehe
manut dot com
+1
-1
Betul sekali ananda, kata orang bijak nih, ayah juga banyak belajar…, kalau kita mau maju, banyaklah bergaul dengan yang namanya kritik, karena kritik ini bisa menjadi bahan bakar kita dalam memacu semangat buat kita yang mau maju, selama kita juga mau melihat kritik ini sebagai sebuah tantangan yang positive.
+1
-1

thnaks atas tulisannya sebagi pencerahan.
salam sehat juga
+1
-1
Terima kasih juga mas Abuga, iya semoga tulisan ini ada manfaatnya.
Salam hangat dan salam sehat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Tulisan yg bagus.! trims ya dokter.
yang membedakan Manusia dan hewan, adalah PENGHARAPAN, dunia hewan tidak ada pengharapan, misalnya anjing yg dipelihara, dia tidak bisa berharap apa2 selain jadi hewan peliharaan, tapi manusia walaupun sejarah leluhurnya menjadi budak belian yang dipelihara bansga lain, dia bisa berpengharapan suatu hari berubah menjadi seorang presiden dari bangsa tsb.
salam kenal pd penulis.
+1
-1
Betul sekali tuh dik Lianny, ya…, Pengharapan, ini melengkapi pemahaman dalam tulisan saya ini, terima kasih ya dik, semoga kita tetap selalu memiliki pengharapan itu dengan selalu mau berusaha dalam segala hal dalam bentuk Ikhtiar dan digenapi dengan kekuatan doa yang kita panjatkan kepada Allah.
Salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Pada dasarnya naluri yang paling mendasar mahluk hidup adalah pertahanan diri dan makan baik itu manusia maupun hewan adalah sama. Otak manusia yang diberi kelebihan memberikian tempat manusia menjadi lebih unggul dari mahluk manapun dibumi. Pengasahan otak akan mengendalikan naluri baik untuk bertahan maupun makan. Pengasahan otak berupa ilmu pengetahuan dan keimanan menjadikan naluri itu lebih terkendali, makin terasah otak dengan ilmu dan keimanan, makin terkendali nalurinya. Perimbangan ilmu itu akan menjadikan kita manusia yang bijak, ilmu pengetahuan yang dapat menutup kebutuhan makan akan menjadikan kita hidup tentram apabila keimanan kita terasah pula. Begitu ya dok..?
+1
-1
Ha…ha…, sudah bocor dan ketebak nih, bahan yang akan saya tuliskan dalam artikel saya selanjutnya yang berjudul Manajemen Pikiran dan Manajemen Hati, hebat…hebat mas Doddy…, apa yang mas Doddy sampaikan ini benar semua dan memang saya akan mengulasnya demikian, analisa yang tajam dan cermat sekali, very smart buat mas Doddy.
Terima kasih dan salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1
Memang paling bagus kita harus memahami banyak hal, ini modal bersosialisi, makin banyak yang kita pahami, makin dapat kita bersosialisasi, makin banyak kita bersoalisasi makin mengerti hakekat hidup. Kalau kita tidak pernah susah, sulit kita hidup senang karena biasanya kita merenung pada saat susah. Jika sudah senang pasti tidak mau susah lagi dan ini akan membuat kita mawas diri. Tuhan menentukan, tapi jika tidak berusaha, maka akan ditentukan sesuai usaha kita. Lanjutkankan dok, bagimana kita memandang filosfi hidup, justru pemikiran yang dianggap remeh adalah hal yang sangat penting membawa hidup kita kearah mana. Artinya, jangan kita meremehkan apapun karena semua adalah penting bagi hidup kita. Saya tunggu artikelnya dok..
Salam
+1
-1
Iya mas Doddy, betul sekali ulasannya, dan artikel yang selanjutnya itu sedang dalam penulisan dan penyempurnaan editingnya, nanti kalau sudah selesai akan segera saya postingkan.
Salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

saya masih ingat waktu anak-anak kecil saya belikam mereka cd seri dari Harun yahya…membaca ayat-ayat allah melalui makhluk ciptaannya, beragam hewan diceritakan dengan segala kelebihan-kelebihan yang luar biasa, yang barangkali kita tak sempat memperhatikan..dan ketika kita cermati..subbanalllah ….memang Allah ciptakan semua makhluknya begitu sempurna… dan yang penting banyak inspirasi positif yang dapat kita ambil dari perilaku-perilaku mereka…..salam hormat dok…
+1
-1
Betul sekali ibu Cinta, saya juga selalu membelikan majalah bergambar berthemakan beragam hewan dan cd cerita anak untuk anak anak saya yang masih balita dan kakaknya yang usia SD, agar mereka mau mencermati pelajaran ini langsung dari makluk ciptaan Allah ini.
Terima kasih ibu, salam hormat juga dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Bero’a dan mendekatkan diri kepada Tuhan juga harus dibarengi dengan menjaga diri dari sifat2 tercela atau pebuatan dosa. Pasalnya, Allah SWT yang maha suci tidak mungkin didekati oleh hambanya yang berlumur dosa. Makaten dok?
salam hangat dan tetap semangat
+1
-1
Terima kasih mas Imam, ini tambahan juga dalam melengkapi tulisan ini, semakin lengkap ya jadinya.
Salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Makasih Dok….ini bukan tulisan sederhana tapi TULISAN PENUH MAKNA
Allah Berkati Dokter dan keluarga
+1
-1
Terima kasih kembali Pak Roy, iya semoga saja bisa mendatangkan manfaat buat kita semua.
Salam hangat dari kami dan Allah Memberkati pak Roy dan keluarga
Anugra Martyanto
+1
-1

Pak Dokter Anugra … maaf terlambat membaca postingan teman2 terutama postingan Pak Dokter, luar biasa pelajaran yang diperoleh. Memang kita harus mencermati dan belajar dari alam. Sayang manusia sangat serakah kurang dapat memanfaatkan karunia Allah se baik2nya, malah membuat kerusakan … selamat malam Pak dan salam.
+1
-1
Terima kasih Pak Slamet, atas tanggapannya, iya memang kita harus mampu menerjemahkan semua bentuk ilmu yang telah diajarkan oleh Allah SWT melalui semua ciptaanNya, memanfaatkannya dengan baik sekaligus menjaganya agar lestari.
Salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

thanks Dok, memberikan pencerahan dan sebagai pengingat untuk saya
+1
-1
Terima kasih kembali adik Hadi, iya kita sama sama harus terus belajar ya, dari siapapun dan dari apapun, agar kedepannya kualitas hidup kita semakin baik.
Salam hangat dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1
Guest User