Kompasiana
Sabtu, 04 Pebruari 2012

Filsafat

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Andy Dharma

Andy Dharma lahir: 17-10-1973, saat ini tinggal di Batam, berprofesi sebagai ahli therapis, juga mengajar THAI CHI I CHING dan MEDITASI. Alamat sekretariat THAI CHI I CHING di ruko Mega Legenda BLOk A 3 no:18 BATAM - KEPRI. Email: andytaichi@yahoo.com. BLOG: http//taichiiching.blogspot.com

Doa Seorang Anak yang Bodoh

OPINI | 28 November 2009 | 02:22 901 21 1 dari 1 Kompasianer menilai Inspiratif

Di abad pertengahan di negeri Tiongkok hidup lah seorang anak di sebuah lereng perbukitan,anak ini sangat terkenal oleh kebodohan nya ,tak bisa baca tulis dan ingatan nya pun payah sampai penduduk desa memangil nya si bodoh ,dan keluarga nya pun sangat malu karena punya anak yang bodoh .Bukan nya tidak di coba oleh ibu nya untuk menyekohlah kan nya di berbagai sekolah di desa maupun di kota dan juga mereka memangil guru privat datang ke rumah untuk megajar sang anak ini ,sebagai pejabat desa tentu cita cita ayah nya anak nya bisa juga jadi pejabat di kotaraja atau minimal pejabat desa lewat ujian negara pada zaman itu namun apa daya anak ini tak bisa menghapal berbagai karya sastra pada zaman itu ,begitu di ajar dan disuruh menghapal sesuatu karya besok di tanya ia lupa lagi dan hanya ingat satu kata pembuka karya itu. Dalam keputusasaan itu akhirnya keluarga merelakan anak nya untuk belajar pada seorang Rahib di sebuah kuil kecil di atas bukit dan sang anak bodoh itupun diantar keluarga nya ke kuil untuk dititip kan dan belajar agama pada Rahib di kuil itu ,ya kalau ndak bisa jadi pejabat minimal ia bisa jadi ahli agama pikir ayah dan ibu sang anak bodoh itu.

Hari hari berlalu di jalani dengan gembira oleh sang anak bodoh itu ,tugas meyapu megepel memasak dijalani nya dengan riang dan ia pun sangat patuh pada guru Rahib nya . Saat yang paling meyiksa bagi nya adalah sewaktu belajar menghapal doa doa atau di sebut sutra ,karena hampir tiap hari ia di marahi guru nya karena tak manpu mengingat sutra sutra yang diajar kan oleh guru nya ,setiap di uji untuk mengulang doa sutra yang di pelajari kemarin ia dengan semangat hanya mampu meyebut kata NAMO yang memang kata awal untuk setiap sutra buhdisme mahayana .
Tak terasa 3 tahun berlalu sang anak bodoh ini tetap bodoh karena cuma hapal kata doa NAMO.
Suatu hari sang Rahib guru nya merasa risau karena belum menemukan murid penganti nya sebagai ahli sutra dan ia pun memutuskan turun gunung berkeliling kepelosok negri tiongkok untuk megajar sutra dan sambil mencari murid yang berbakat untuk mewarisi ilmu nya.
Sang anak bodoh pun ia tingal kan sendiri di kuil sunyi nya. Biar aja lah nanti kalau dia tak tahan kan dia bisa pulang sendiri ke desa nya yang tak jauh dari kuil nya.

Sang rahib pun berkeliling dari kota ke kota sambil megajar sutra di berbagai kuil di negeri Tiongkok ,dan berusaha mencari murid yang mampu mewarisi ilmu nya .
Tak terasa suda 3 tahun ia berkelana ke seantero tiongkok. Dan timbul lah kerinduan nya pada kuil sunyi di bukit tempat pertapaan nya setelah bosan dengan hiruk pikuk kotaraja .
Sang Rahib pun berjalan pulang,selama perjalanan ia pun terkenang pada murid bodoh nya yang ia tingal kan sendiri di kuil sunyi nya ;ah….paling si bodoh itu udah pulang atau di jemput oleh keluarga nya ,lagian stok makanan yang kutingalkan sewaktu pergi hanya cukup buat ia makan sebulan guman nya sambil terus berjalan ke arah kuil.

Tak terasa ia mulai sampai ke pelataran kuil nya ,dan ia sangat terperanjat karena kuil nya berubah jadi sangat megah dan pegunjung nya ratusan orang. Ia pun mulai berpikir siapa yang begitu lancang megambil alih kuil ku ? Langkah nya pun terhenti. ,ia menungu para pegunjung kuil pulang dan mecegat mereka sambil bertanya dengan rasa penasaran :Tuan dan nyonya apakah gerangan yang menbawa tuan sekalian datang kemari dari kota? Bukan kah di kota kalian juga ada kuil bahkan lebih besar? ,pengunjung itu pun menjawab :suhu orang baru ya disini? Tak tau ya di kuil ini ada Rahib muda yang sangat terkenal di kota sekitar bukit ini ,ia terkenal karena Doa nya sangat manjur ,segala peyakit bisa dia sembuh kan hanya dengan air doa nya. sudah Banyak terbukti maka nya tiap hari ratusan pegunjung datang untuk minta air doa nya

Makin penasaran sang Rahib ini ,ia pun masuk kedalam kuil menjelang sore setelah para pegunjung pulang.
Begitu masuk ia langsung terperanjat melihat murid bodoh nya meyapa nya ‘guru selamat datang aku sangat mengharapkan mu pulang .kemudian sang Rahib pun dengan agak kesal berkata ;mana guru baru sekarang pangilkan aku ingin ketemu ! ,siapa guru tak ada siapa siapa disini selain aku dan engkau yang ku muliakan hanya satu satu nya guru ku jawab sang anak ,lalu siapa yang disebut Rahib muda sakti oleh para pengujung tadi? Tukas guru nya ,oh itu guru saya juga tak megerti mereka memangil saya dengan pangilan itu! Jawab sang anak .apa? Jadi kamu? Mana munkin engkau bisa mendoakan mereka kamu kan tak hapal satu sutra pun? Dan setahu saya tiap peyakit dan masalah berbeda doa nya .
Tenang guru saya juga tak megerti apa yang terjadi ,ini bermula ketika guru pergi aku sangat kesepian tiap hari aku hanya berdoa siang malam kepada para Budha dan bodhisatva ya doa yang diajar kan oleh guru yaitu namo siang malam hanya itudoa yang kuingat dari ajaran guru .
Sebulan kemudian stok ransum habis aku pun bingung mau pulang tak tau jalan ,dan aku hanya bersimpuh di hadapan para Budha dan bohdisatva agar bisa menbantu ku ,aku merasakan tak ada daya dalam diriku selain berdoa sampai ajal ku menjemput karena kelaparan aku akhir nya pasrah total sambil berdoa yang ku bisa yaitu NAMO sambil berkata dalam doa ku ya para Budha dan para bodhistva munkin ini karma ku di keidupan lalu aku di lahirkan jadi anak bodoh dan munkin juga karna karmaku aku harus mati kelparan di sini aku terima ,aku ikhlas andai harus mati di sini namun ya para Budha dan Bodhistva aku mohon pancarkan lah kasih kepada ke dua orang tua ku ,pancarkan lah kasih mu pada guru ku lindungi lah mereka selalu .tak sadar 3 hari aku berdoa tanpa makan minun dan tak tidur pada suatu sore di hari ketiga seorang ibu datang dengan anak nya .mereka datang ingin mecari guru untuk minta di doakan agar anak nya sembuh kubilang guru tak ada malah iya meyodorkan segelas air putih untuk di doakan ,akhir nya ku ambil segelas air itu lalu ku taruh di altar suci aku pun menbaca sutra NAMO untuk kesembuhan anak nya ,kemudian setelah di minun kan kepada anak nya pun sembuh ,dan sebelum pergi ibu nya pun menberika makanan untuk ku .
Keesokan hari nya ia pun datang kembali menbawa teman nya yang sakit dan terus berlanjut sampai tiap hari ratusan orang kesini untuk minta air doa ku ,sebagai tanda terimakasih nya mereka pun menbawakan aku makanan yang lebih dari cukup untuk ku ,dan guru lihat bangunan kuil kita ini mereka yang pugar sampai semegah ini dan disana ada beberapa kotak dana yang sudah penuh dan tak pernah ku buku ,sekarang kuserah kan pada guru .
Selesai mendengarkn cerita sang murid bodoh nya sang Rahib pun terhenyak selama ini ia merasa ahli sutra yang hebat dan percaya penuh kekuatan doa hanya bisa penuh dan tersambung ke para Budha dan Bodhisatva dengan lafalan sutra yang baik dan benar ,terjata kekuatan sutra ada di hati yang ikhlas pasrah total walau hanya satu kata NAMO mampu megetar jiwa welas asih para Budha dan Bohdisatva hinga doa nya tak tertolak dan selalu di kabul kan .

Cerita ini kusadur secara bebas dari cerita Maha sesepuh WANG CHE KUANG di tahun 2000 lalu pada kelas Budhasiswa angkatan 2 batam di vihara TIEN EN MiLEK FOYEN

Semoga bermamfaat buat semau


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


    KULINER UNIK

    Bisnis kuliner menjamur dimana-mana. Bila Anda pernah menikmati hidangan atau masakan yang unik atau pernah


SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012