
�Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh�� Tidak kata indah selain ucapan salam sebagai ungkapan selamat datang di dunia lukisan jemari saya. Tidak kenal maka tak sayang, maka dari itu marilah kita saling berkenalan. Hendriyadi, itulah namaku yang merupakan pemberian orang tua saya tercinta. Namun, di dalam dunia sehari-hari orang-orang lebih banyak memanggilku �Hendri�. Aku adalah anak desa terpencil di belahan pulau Sulawesi yang paling selatan. Lahir dari kehidupan desa lalu nge-bolang di kota metropolitan untuk nyanti dan mencari sejuta pengalaman, dan menyu...
Dibaca: 983
Komentar: 16
1 dari 1 Kompasianer menilai Aktual
Antigonish, NS. 20 November 2009
Sepulang makan dari salah satu tempat makan yang terletak di down town Antigonish, langsung saja saya ke Student Union St. FX University. Berhubung teman-teman yang lain lagi pada nonton di Bioskop dan aku kehabisan tiket. Hal pertama yang terpikirkan olehku adalah jumpa-jumpa saudaraku di Kompasioner. Kubuka dengan segara dan ada headline menarik bagi saya, sebuah tulisan dari Ibunda Limantina di sana sebuah tulisan yang berjudul “Kristen Pakai Jilbab”, mungkin semua teman kompasioner sudah baca dan bagi yang belum silahkan klik di sini.
Hal yang menarik bagi saya selain tulisannya yang sangat informatif, ada sebuah komentar dari mas Andreass, dalam tulisan Ibunda ini dia berkomentar:
Limantina,
Biar saya jelaskan kebingunan Anda.
1. Tata ibadah Kristen Syria memang mirip dengan cara sembahyang Islam, yaitu mengikuti cara sembahyang Jahudi ketika memuji Tuhan yang bersemayam di Jerusalem. Islam meniru tata cara ibadah tersebut, tapi sekarang mereka menyembah yang bersemayam di Ka’bah, bukan yang bersemayam di Jerusalem. Sebah Tuhan Jahudi (YAHWEH) ada di Jerusalem. Itulah sebabnya Jerusalem adalah kota suci, baik bagi Jahudi, Kristen, dan Islam. Kata Syria di sini tidak mengacu kepada negara Syiria, tapi kepada wilayah sekitaran Israel sekarang, atau Israel pada jaman Perjanjian Lama. Anda bisa cari beberapa video di Youtube cara beribadah Kristen Orthodok Syiria. Bedakan Kristen Orthodok Syria dengan Kristen Orthodok Yunani (Turki). Kristen Orhodok Syria inilah yang oleh orang Arab disebut sebagai Nazrani, yang berasal dari kata Nazara (Nazarea), mengacu kepada asal-usul mereka, yaitu asal usul Jesus juga.
2. Pemakaian jilbab/niqab/hijab adalah budaya sekitar timur tengah. Orang Kristen Ortodok Syria juga menggunakan busana yang sama, walau bentuknya tidak seperti yang terlihat di gambar yang Anda tunjukkan. Agak aneh memang bagi kita, karena kita tidak terbiasa melihatnya. Namun, bagi kaum Kristen Orthotok Syria yang di bawa oleh Thomas, salah seorang murid Jesus ke Keerala, Indoa Selatan, beberapa tahun setelah penyaliban Jesus, tata ibadah mereka memang seperti itu, perempuan menutup kepala.
3. Peci. Peci adalah budaya asli Melayu, dan ini lebih cenderung ke Malayia dibanding dengan Indonesia. namun karena di Indonesia juga ada Melayu, maka termasuk jugalah budaya Indonesia (Sumatra).
Lalu tulisan tersebut di balas oleh mas Joko Tolib, dengan balas sebagai berikut:
ralat sedikit mas andreass:
1. kok bisa bilang org islam meniru ya? apa ada data yg akurat. kristen mungkin lebih dulu ada, tp apa ada data org kristen ort syria sdh beribadah spt itu?
2. yg lebih fatal: org islam tidak menyembah yg bersemayam di ka’bah. ka’bah itu cuma penyatu arah. gak ada apa2 di dalamnya. tidak ada ayat atau hadits yg mengatakan tuhan bersemayam di ka’bah. sebaiknya tidak terlalu banyak bicara islam kalau tidak mengerti.
Saya kira dengan balalasan dari mas Joko Tolib ini akan mengerti dan mungkin meminta maaf atas komentarnya, karena mungkin dia kurang paham dengan agama Islam. Tapi dia membalas komentar mas Joko dengan balasan seperti ini:
@ Joko Tholib,
Maaf kalau saya Anda kurang menerima. Namun, berhubung Anda menyanggahnya, saya jadi ingin bertanya. Kalau begitu, apa dong dasarnya Islam sujud sembah ke Ka’bah? Apakah itu asal-asalan atau bagaimana? Termasuk hubungannya dengan Ibadah haji yang harus mengelilingi Ka’bah tujuh kali? Apakah itu juga asal-asalah atau bagaimana? Kalau YAHWEH (Tuhannya Abraham), memang dikatakan bersemayam di Jerusalem.
Saya yang membaca percakapan dalam bentuk saling komentar ini setelah membaca kata “Asal-asalan”, dan saya akan mencoba menjelaskan kepada mas Andreas bagaimana ummat Islam itu beribadah. Di sini aku hanyalah seorang pemuda yang masih berpetualang mencari ilmu. Saya kira di luar sana masih banyak yang lebih tahu Islam daripada saya. Tapi saya akan mencoba menjelaskan sepanjang pengetahun saya. Saya sebenarnya sangat sedih mendengar kata “Asal-asalan” itu, seakan-akan hal ini mengatakan bahwa ummat Muslim beribadah tidak mengerti apa dan kenapa?
Ok, tidak usah memperpanjang lebar, mas andreass yang baik hati yang mungkin kurang paham dengan Islam. Baca baik-baik yang penjelasan ini. Ada beberapa hal yang perlu mas andreass ketahui dulu. Yang pertama Anda harus tahu apa itu Ka’bah? Silahkan mas ke Wikipedia baca secara baik-baik tentang ka’bah (http://id.wikipedia.org/wiki/Ka’bah). Di sana Anda akan mendapatkan penjelasan lebih rinci mengenai hal-hal yang mungkin Anda kurang pahami. Selamat membaca…
Hal yang kedua yang berkaitan dengan komentar Anda tentang hubungan Ka’bah dan Haji, anda dapat membaca buku ini (Sangat disarankan) agar Anda tidak misinterpretasi terhadap Islam. Buku ini adalah Pusaran Energi Kabah ( Serial Diskusi Tasawwuf Modern ). Berikut beberapa sedikit deskripsi buku ini.
Kajian kealaman dalam ayat al-qur’an dirintis oleh ulama besar Syaikh Tantawi Jauhari.Dan kini,Agus Mustofa,insinyur nuklir,tergugah pula untuk menulis interpretasi modern tentangnya. (Drs.Hasyim Manan,MA – Pembantu Rektor IAIN Sunan Ampel)
Buku di hadapan Anda ini adalah salah satu karya yang berupaya untuk memenuhi hal tersebut,yang menurut saya patut untuk dibaca. (DR.HM Roem Rowi,MA – Ketua MUI Jatim,Direktur Imarah Masjid Al Akbar)
Pengalaman empiris Agus Mustofa membuka pandangan kita bagaimana memahami agama bukan sebagai dogma.Bacaan penting untuk memasuki dunia tasawuf. (DR.R.Tatang S.Adikara,MS,MST Acp,drh – Kepala Pusat Penelitian Bioenergi,Unair)
Di sana Anda akan mendapatkan penjelasan terperinci, why? and why Ka’bah?. Kalau malas beli mas sempatkan waktu saja untuk mampir ke Gramedia, 1 atau 2 jam, anda baca di sana. Gratis kok dapat ilmunya lagi… he..he.. Berikut ini saya beberapa bagian potongan isi bukunya:
Ini mungkin menjawab sedikit misteri kiblat yang mengarah ke Ka’bah dan kenapa umat muslim dari seluruh dunia datang ke Ka’bah datang berputar mengelilinginya.
Beliu menjawab berdasarkan professionalitas beliau sebagai ilmuan nuklir dan sebagai agamawan. Isinya kurang lebih,
Pada saat seseorang melakukan sholat dengan khusu’ ia menghasilkan energi positif karena stimulasi fikiran dan hati yang jernih. Tidak berprasangka buruk.
Dilain pihak pembentukan energi positif ini juga dihasilkan pada saat berjuta-juta atau bahkan bermilyar2an orang bergerak memutari Ka’bah.
Perputaran ini ini dilustrasikan seperti angin torpedo, dimana angin tersebut adalah energi positif yang berasal dari doa dan penyerahan diri kepada yang maha kuasa. Kekuatan turbin energi ini terus terakumulasi sehingga membentuk kekuatan maha dahsyat yang terus sampai pada arsyi Allah (tahta kerajaan Allah) diatas sana. Ka’bah adalah pintu gerbang pembawa doa manusia dari dunia fana ke Dunia yang sebenarnya.
O iya, pada saat seseorang berada didalam lingkaran thawaf . Dari beberapa responden bilang mereka tidak bisa mengungkapkan bagaimana harunya suasana hati… In case mungkin bagi yang dibukakan pintu hati yee..
Maka dari itu doa akan cepat sampai apabila kita berada dika’bah, karena atmosfir power yang terbentuk lebih besar. Tapi ini bukan berarti diskriminasi terhadap orang yang tidak berada di sekitar Ka’bah. Karena didalam alqur’an juga dinyatakan bahwa kekhusu’an doa dan kebersamaan pada saat sholat berjamaah dapat membawa doa tersebut secepat cahaya. Oleh karena itulah, sholat berjamaah lebih dianjurkan dengan merapikan shof/barisan. Kayak orang mau berangkat pergi bersama2 mengantarkan bingkisa do’a melalui transportasi sholat berjamaah.
Buku ini cukup menarik, dan juga ada beberapa buku karangan beliau yang mengungkap bagaimana proses Isra’ mi’raj dan Tentang Alam Kandungan, Alam Dunia, Alam Kubur dan Alam Akhirat serta bagaimana terbentuknya Universe dikaitkankan dengan formula2 science yang antara lain sesuai dengan teorinya Pak Albert Einstein.
Semoga hal-hal di atas bisa memberikan informasi buat Anda bagaimana Islam itu sendiri. Satu hal yang paling saya tekankan please, JANGAN BILANG ISLAM ASAL-ASALAN (maaf caps karena ini sangat penting) karena dalam Surat Almaidah ayat 3 yang artinya ( Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan kucukupkan nikmatKu, dan Ku-ridhoi Islam itu jadi agamamu). Al Qur’an adalah sumber kebenaran. Kalau anda masih kurang jelas dengan penjelasan-penjelasan saya silahkan konsultasi di link ini (http://www.syariahonline.com/kajian.php?lihat=detil&kajian_id=11706).
Terima kasih, kalau ada benarnya itu datangnya dari Allah SWT dan kalau ada salahnya dari saya sendiri pribadi. Keep spirit. Allahu Akbar…
Saran dan kritik sangat saya nantikan… Salam Kompasiana….