Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Harta adalah Kotoran Bathin

OPINI | 14 November 2009 | 23:06 Dibaca: 326   Komentar: 1   0

Harta Benda adalah Arang Hasil Pembakaran Bathin.

Lebih mudah unta masuk lubang jarum daripada orang kaya masuk sorga,..kenapa..? sebab harta benda itu adalah residu, atau kotoran yang ditimbulkan oleh pembakaran bathin .

Anda ingin membeli mobil,  keinginan itu merupakan api yang  membakar  batin anda. Makin keras keinginan anda makin panas bathin anda , bahan bakarnya ialah mobil yang menjadi keinginan anda.

Setelah mobil dibeli,  hati anda sudah mulai dingin,  satu minggu atau satu bulan berikunya mobil itu bukan lagi menjadi bahan bakar, tetapi menjadi beban dari bathin anda , misalnya ada hal2 yang tidak memuaskan anda, terpaksa masuk variasi mobil. Tambah lama, tuntutan mobil itu tambah banyak, mana pajaknya, mana anak2 bawa mobil kesana-kemari, mana bensinnya, bahkan lebih fatal lagi kalau terjadi tabrakan.

Awalnya mobil itu menjadi bahan bakar untuk membakar bathin anda sekarang menjadi beban, dimana anda ingin segra melepaskan diri dari beban itu, biar jual murah asal laku.

Anda pergi shoping ke mall,  melihat baju bagus, anda beli, lihat sepatu bagus anda beli,  beli ini dan itu sesuai keinginan anda, sesampai dirumah, anda simpan dalam lemari, besoknya anda sudah lupa, sebab barang yang anda beli sudah menjadi arang dan menjadi beban dalam hidup anda.

Kenapa menjadi beban,..? karena barang itu menuntut perhatian anda, misalnya tempat penyimpanan yang layak,  harus beli lemari lagi,  sedangkan baju yang anda pakai setiap hari adalah baju dinas,  kalau dirumah hanya pakai baju kaos aja.

Saya ingin sekali punya setelan jas,  lalu saya beli kain yang bagus , saya bawa ketukang jahit laki2 ,  spesial penjahit setelan jas.. Setelah jasa selesai, saya bawa kerumah, keinginan saya itu sudah hilang,  sekarang tinggal beban,  bagaimana menyimpan jasa itu.  Jas itu tidak pernah dipakai kecuali waktu mencobanya, karena kepesta selalu pakai batik sesuai budaya Indonesia., beda dengan budaya barat, hadiri pesta pakai jas, karena disana udaranya dingin.

Memiliki  harta melebihi kebutuhan merupakan beban, sama dengan memiliki tangan lebih dari dua, memilki kaki ketiga merupakan beban. Melihat sapi memiliki empat kaki, anda ingin memiliki empat kaki, maka dua kelebihan kaki anda merupakan beban. Melihat burung terbang memiliki sayap, anda ingin punya sayap,  maka sayap yang anda miliki itu akan menjadi beban bathin anda,

Seorang pengusaha ternak ayam yang sukses,  hartanya sudah berlimpah, dia  naik haji hanya dengan menjual telur yang pecah, kemudian membeli mobil mewah. Mobil mewahnya dibuat garase khusus, setiap hari dibersihkan, kalau tergoren sedikit harus keluar uang jutaan untuk pengecetan kembali. Keinginannya yang besar untuk memiliki nobil mewah merupakan  pembakaran bathin, bahan bakarnya ialah mobil mewah,  setelah mobil mewah dibeli, keinginannya itu lenyap, sekarang tinggal beban bathin mengurus mobil itu.

Setiap hari dia membawa mobil pikup membawa telur, siapa yang tahu bahwa dia mempunyai mobil mewah,..? Kalau kekayaan tidak diketahui orang, dan juga tidak dimanfaatkan, untuk apa kekayaan itu,.? Bukankan menjadi beban,..?

Katakanlah anda mmpunyai sertifikat  kepemilikan  seantero laut dan isinya,  tetapi tidak ada orang tahu bahwa laut itu milik anda, dan anda juga tidak butuh laut itu, lalu untuk apa arti kekayaan itu, bukankah hal itu menjadi beban bathin anda,.? Karena anda selalu memikirkan bahwa laut itu adalah milik anda.

Orang kaya itu seumpama kumbang tahi yang selalu mengangkut kotoran diatas punggungnya, apakah dia termasuk orang pintar atau orang bodoh. ?

Harta anda merupakan arang pembakaran bathin anda,  supaya tidak menjadi beban sebaiknya  harta itu dibagikan kepada mereka yang masih membutuhkan, anda sudah cukup mendapatkan kepuasan waktu mendapatkan hatya  harta itu. Bukan waktu memilikinya.

Bekerja mencari harta merupakan keawajiban untuk membakat bathin anda, tetapi setelah menjadi arang, bagikanlah kepada mereka yang membutuhkan, jangan ditumpuk dirumah sehingga menjadi beban bathin anda.. Sama dengan makanan dan minuman yang anda makan, anda hanya mendapat kepuasan waktu makan, setelah dalam badan dia menjadi beban, sedikit  dimanfaatkan oleh tubuh, sisanya  harus dibuang menjadi kotoran. Kotoran itu dimakan oleh bakteri, cacing , lele-dumbo dan binatang2 lainnya.

Demikianlah harta yang anda tidak butuhkan lagi,  sebaiknya diberikan kepada orang lain yeng lebih membutuhkan sehingga bathin anda tidak sakit, bahkan menjadi lapang, akibatnya anda lebih mudah masuk sorga, karena roh yang keluar dari tubuh anda menjadi ringan,  dia bisa terbang kelapisan alam sorgawi yang lebih tinggi. (madeteling@plasa.com)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meriah Nobar Relawan di Episentrum Kalla …

Indra Sastrawat | | 20 October 2014 | 12:56

Terima Kasih Juga Untuk Ibu Ani Yudhoyono …

Gapey Sandy | | 20 October 2014 | 13:35

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40

Gajimu Bukan Segala-galanya …

Jazz Muhammad | | 20 October 2014 | 13:41

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24



Subscribe and Follow Kompasiana: