

Minggu pagi ini saya telah mendapat sebuah pesan dalam inbox saya di Gmail.com dari seorang Kompasianer belia yaitu adik Olivia Anggraeni Putri, yang telah menggugah hati saya tentang makna kepergian adik kita Puri, sangat berarti pesan itu, dan sungguh dalam artinya bila kita mau menyimaknya, terima kasih adik Olivia, adik telah mengobati semua kesedihan dan kegundahan saya akan rasa bersalah yang selalu menemani keseharian saya bila saya tak mampu membantu kesembuhan pasien pasien saya.
Isi pesannya begini;
Salam dalam kasih Tuhan buat Om dokter Anugrah Martyanto yang Olive kagumi,
Om dokter…, Olive sudah membaca sebagian tulisan tulisan dari kakak kakak kompasianer yang memuat perihal kakak Puri yang baru saja dijemput malaikat Tuhan menuju Istana Kerajaan Allah, sungguh sedih dan sangat mengharukan sekali, tapi Olive bukannya mau menggurui Om dokter, tapi hanya ingin berbagi saja sesuai pemahaman Olive mengenai kasih yang Tuhan Allah miliki, yang diberikan kepada semua hambaNya tanpa terkecuali.
Memang kalau dilihat kita telah kehilangan orang orang yang kita sayangi, tapi Tuhan lebih menyayangi dari kasih yang kita punyai, Om dokter tahu ngga arti dari perjalanan kehidupan kakak Puri ini?
Menurut Olivia, kakak Puri ini adalah sosok murid Tuhan yang sudah dipilih untuk diselamatkan olehNya, mengapa Olive mengatakan demikian?, sungguh Olive tidak mengenal kakak Puri secara pribadi sebelumnya, begitupun dalam hal keimanannya, apakah kakak Puri ini seiman dengan Olive atau tidak, tapi terlepas dari ini semua, Olive teringat akan sebuah Firman Allah,
Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
1 Korintus 9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
Dari kedua firman ini, sebenarnya Olive meyakini bahwa kakak Puri adalah sosok yang telah Tuhan pilih untuk diselamatkan, karena dibalik semua yang dialaminya berupa sakitnya itu, kakak Puri ini sudah mendapatkan pesan dari Tuhan atas sebuah peringatan yang menyelamatkan kehidupannya, ya dengan keadaan sakitnya itu, kakak puri di hari hari terakhir kehidupannya telah mendapatkan kesempatan selalu bersyukur dan merasakan nikmatnya janji Allah akan KasihNya yang diberikan kepada kakak Puri.
Apa pesan dari Tuhan Allah yang diterima kakak Puri ?, ya sebuah pesan berupa sakitnya itu, artinya dengan adanya sebuah penyakit yang bersarang ditubuhnya, maka kakak Puri sudah tahu akan hari hari kepulangannya ke Surga Allah, bukankah tidak semua orang bisa menerima pesan pesan itu?, selain orang orang yang hanya dipilih olehNya, tapi sebuah anugerah lagi yang diperoleh kakak Puri, yaitu ia menerima pesan itu dan menjabarkannya dengan rasa syukur yang tercermin dalam keceriaan dan semangatnya dikehidupan terakhirnya, ya kakak Puri sudah menerima pesan itu dengan tabah dan ikhlas tanpa ada kesedihan sedikitpun, karena kakak Puri sudah tahu, tanda atau pesan dari Allah ini adalah pesan terindah yang ia dapatkan akan sebuah perjalanan kehidupan baru yang lebih kekal, ya kehidupan yang Tuhan Allah sudah janjikan yaitu hidup yang “Kekal”.
Jadi inilah renungan yang Olive bisa bagikan kepada Om dokter dari sudut pandang keimanan Olive, sekali lagi bukannya Olive menggurui ya Om dokter…, tapi Olive hanya ingin berbagi saja, sekali lagi Olive mohon maaf, bila ini merupakan sebuah kelancangan, tak ada maksud Olive untuk menambah kesedihan Om dokter, dan semoga ini bisa menjadi obat buat Om dokter, agar jangan lagi selalu merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan semua pasien pasien Om dokter, dan tidak perlu lagi mengibarkan bendera perang kepada Allah, seperti yang pernah dokter ceritakan dalam tulisan artikel Om dokter kemarin, karena apa yang Om dokter sampaikan benar, bahwa kita tak sebanding dengan Allah yang Maha memiliki segalanya, dan Tuhan Allah sudah mempunyai Rencana buat setiap hambaNya dan setiap rencana Tuhan Allah itu pastilah Indah…
Sekali lagi Olive mohon maaf Om dokter, atas kelancangan Olive ini dengan mengirim pesan ini langsung kepada Om dokter, dan besok hari Minggu Olive akan pergi beribadah mingguan ke Gereja kami, Olive akan berdoa secara Khusus buat kakak Puri, semoga Tuhan Allah menyambutnya di pintu Surga yang sudah DIA siapkan buat kakak Puri.
Tuhan Memberkati.
Salam dalam Kasih Tuhan,
Olivia Anggraeni Putri.
—o0o—
Inilah sebuah pencerahan lagi yang saya dapatkan dari adik kecil berhati mulya dengan keimanannya yang sangat kental dalam hidup kesehariannya.
Terima kasih adik Olivia atas sebuah pesan yang adik kirimkan ini, Om dokter sangat berterima kasih sekali, atas pemahaman yang selalu saja luput dari perhatian Om dokter ini, tapi melalui sentuhan kasih yang adik Olive berikan ini, Om dokter sudah di ingatkan tentang makna dari semua kejadian ini, dan Om dokter yakin semua ini juga bagian dari semua Rencana Tuhan yang Om dokter terima melalui sentuhan kasih yang adik berikan kepada Om dokter.
Terima kasih sekali lagi buat adik Olivia Anggraeni Putri.
Semoga saja tulisan saya ini yang memuat pesan dari seorang gadis cilik berhati Emas dapat dipetik manfaatnya.
Salam sehat dari saya, Anugra Martyanto di Purwokerto
Tags: Pesan Tuhan

Subhanallah……..
Pencerahan di pagi hari,..!!
kita memang harus bisa menghargai hidup dan harus mempersiapkan diri untuk menyambut kematian dengan senyuman manis.
Terima kasih ade Olivia
Terima kasih Pak dokter
+1
-1
Betul sekali Adik Fawaizzah, saya baru mendapat pencerahan lagi dari Email yang baru saya buka pagi ini dari adik Olivia, sungguh bagus, makanya saya bagikan kepada semua pembaca/kompasianers, semoga ada manfaatnya.
Salam dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Bagi seorang dokter tentunya menyelamat nyawa manusia adalah kebahagian yang luar biasa, tetapi kadang pula kebahagiaan itu tidak dapat diraih karena sudah merurapakan kehendak yang Maha Kuasa.
Ketika kita berpikir tentang diri kita sendiri, maka kita harus berjuang sendiri untuk mendapatkan kebahagian itu. Tetapi, kebahagiaan yang kita peroleh karena menyelamatkan anak manusia, maka kebhagiaan itu berbagi kepada orang lain juga.
Salam
Doddy Poerbo, keturunan Gombong.
+1
-1
Salam buat Mas Doddy,
Sungguh sebuah air dingin yang sangat menyejukkan hati, saat saya membaca tanggapan mas Doddy ini, semuanya betul sekali dan sangat membahagiakan hati ini.
Terima kasih Mas Doddy dan salam dari kami, Anugra Martyanto di Purwokerto.
+1
-1

Dr Anugra, itulah pikirn polos dari seorang anak-anak, ingat juga masa kanak-kanak kita. Olive dan Puri adalah anak dan adik-adik kita yang cerdas, semoga Tuhan melindungi adik-adik kecil kita Olive dan Puri di dunianya masing-masing. Amin.
Salam kompasianer
+1
-1
Salam mas Unang,
Benar sekali, inilah pikiran polos dan suci dari anak anak dan adik adik kita, yang sering kali luput dari pemikiran kita yang sudah merasa dewasa ini, semoga saja kita terus mau belajar dari mereka semua yang justru lebih arif dan bijak dalam melihat setiap permasalahan yang terjadi.
Salam dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Wah…, Pulang dari ibadah Gereja, langsung buka komputer, eh….Om dokter anugra sudah menulis tentang Email dari Olive yang semalam di kirim…
Om dokter paling pandai deh memuji dan memuji terus, Olive jadi mali nih Om………
Terima kasih ya Om, Olive sangat sayang dengan Om dokter dan semuanya di Kompasiana ini.
Salam dari Olivia Anggraeni Putri
+1
-1
tuh…saking gugupnya Olive jadi salah menulisnya, mau menulis malu jadi salah deh…yang ditulis mali…
Jadi tambah malu nih Om dokter…hick…hickkk…
+1
-1
Aduh…adik Olivia, maaf ya bukannya Om dokter mau mempermalukan adik, sungguh bukan itu maksud Om dokter, tapi saking bahagianya sudah mendapat pencerahan dari adik, makanya Om menulis artikel ini untuk berbagi dengan semua pembaca/kompasianers yang lain, agar bisa dipetik manfaatnya.
Maaf sekali lagi ya dan terima kasih adik Olivia.
Salam dari kami, Anugra Martyanto.
+1
-1

Dok, saya tertegun membaca email dokter yg menceritakan kematian adik puri. Saya baru mengenalnya sekitar 2 minggu setelah ultah kompasiana. Dia menulis mengenai kanker yg diderita. Mengetahui diagnosisnya sarkoma philloides, ingatan saya HANYA memandang itu sebagai tumor yang besar dan menembus ke dalam, masih terlokalisir. Tidak terbayangkan bagi saya ternyata kondisi adik Puri sudah demikian parah.
Bila mengenang kembali bagaimana adik Puri di akhir hidupnya begitu ceria bercerita dan berbagi di kompasiana, tak terlihat takut dengan kematian…..Saya akui saya malu sekali karena saya belum mencapai keikhlasan dan kebesaran hati seperti itu.
Adik, semoga Engkau lebih bahagia di pelukan kasih-Nya.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa adik Puri…
Terimalah amal ibadahnya…
Tempatkan dia bersama orang-orang yang kau janjikan surga
Dan berilah kekuatan untuk keluarga yang ditinggalkan
+1
-1
Betul sekali adik Anindita, kita semua merasa kehilangan sosok yang sangat tangguh dan tabah, inilah yang menyemangati teman teman semua, dengan semangat dan keceriannya kami sangat menyayangi kehadirannya walau baru sebentar saja bergabung di kompasiana ini.
Salam dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1

Sungguh terberkatilah mereka2x yang mampu menerima, memahami dan menerjemahkan anugerahNya melalui kejadian2x yang dialami dalam hidupNya.
Benarlah kiranya pemahaman adik Olive bahwa dengan sakit yang diderita oleh Puri merupakan pesan dariNya untuk mempersiapkan dirinya dengan sebaik2xnya demi berjumpa dengan diriNya kembali. Sungguh adalah suatu anugerah bagi Puri karena Tuhan memberikan pesan itu lewat sakitnya sehingga Puri mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi pengantin surga:). Akankah Dia juga memberikan anugerah yang sama kepada kita? Pastilah tentunya hanya saja tinggal bagaimana kita mampu mengenalinya karena anugerah Tuhan itu bermacam2x dan tak terbatas.
Terimakasih pak dokter, adik Olive, dan juga Puri…
Salam damai
+1
-1
Salam buat adik Inge
Terima kasih ya adik Inge atas tanggapannya, iya saya kadang kagum dengan anak anak/adik adik kita yang sangat cerdas ini, dan saya memang banyak belajar dari mereka, seperti email yang saya angkat menjadi thema tulisan saya kali ini, sungguh pemahaman yang bagus dari kepolosan dan kesucian adik Olivia, saya sangat mengagumi adik kita satu ini, selain cerdas, juga memiliki keimanan yang sangat kuat, sebgai murid Allah, saya bersyukur bisa mengenalnya dan menyayanginya seperti anak saya sendiri.
Salam dari Kami Anugra Martyanto
+1
-1

saya belum kenal Puri, tapi membaca postingan2 kompasianer tentang Puri, saya yakin Puri adalah sosok yang banyak dicintai orang lain. Selamat jalan dik..
+1
-1
Assalamualaikum adik Syasya,
Terima kasih ya atas tanggapannya, sungguh memang adik Puri ini bisa menjadi suritauladan buat kita semua, dan semangatnya akan tetap menjadi semangat kita semua dikompasiana ini.
Salam dari kami, Anugra Martyanto
+1
-1
Guest User